Saturday, February 5, 2011

Gembira menyambutnya?? Tidakkah kalian fikirkan keharaman menyambutnya??

Bulan Februari adalah bulan Cinta Bulan Yang penuh Nuansa Merah Jambu, karena pada bulan ini khususnya Tanggal 14 Februari konon adalah hari kasih sayang.

Para pemuda pemudi merayakan hari ini untuk saling berkongsi kasih. Ada yang mengucapkan kata cinta bertepatan tanggal ini, memberi coklat kepada orang yang di kasihi, bertukar hadiah kepada teman2( kalau yang ini khusus bagi yang belum memiliki pasangan, biasanya), bahkan ada yang merayakannya untuk saling memadu kasih, berpesta,dsb.

Tapi tahukah kita khususnya untuk umat muslim kalau kita merayakan hari kekasih merupakan Larangan..?
kenapa?? karena sudah jelas perayaaan ini bukan berasal dari islam..,kata Asal mula hari Valentine tercipta pada zaman kerajaan Romawi. Menurut adat Romawi, 14 Februari adalah hari untuk menghormati Juno. Ia adalah ratu para dewa dewi Romawi.

Rakyat Romawi juga menyebutnya sebagai dewi pernikahan. Di hari berikutnya, 15 Februari dimulailah perayaan ‘Feast of Lupercalia.’

Pada masa itu, kehidupan belum seperti sekarang ini, para gadis dilarang berhubungan dengan para lelaki. Pada malam menjelang festival Lupercalia berlangsung, nama-nama para gadis ditulis di selembar kertas dan kemudian dimasukkan ke dalam gelas kaca.

Nantinya para lelaki harus mengambil satu kertas yang berisikan nama seorang gadis yang akan menjadi temannya di festival itu.

Tak jarang pasangan ini akhirnya saling jatuh cinta satu sama lain, bercinta selama beberapa tahun sebelum akhirnya menikah. Dibawah pemerintahan Kaisar Claudius II, Romawi terlibat dalam peperangan. Claudius yang dijuluki si kaisar kejam kesulitan merekrut pemuda untuk memperkuat armada perangnya.

Ia yakin bahwa para lelaki Romawi enggan masuk tentera karena berat meninggalkan keluarga dan kekasihnya. Akhirnya ia memerintahkan untuk membatalkan semua pernikahan dan pertunangan di Romawi. Saint Valentine yang saat itu menjadi pendeta terkenal di Romawi menolak perintah ini.

Ia bersama Saint Marius secara sembunyi-sembunyi menikahkan para pasangan yang sedang jatuh cinta. Namun aksi mereka diketahui sang kaisar yang segera memerintahkan pengawalnya untuk menyeret dan memenggal pendeta baik hati tersebut.

Ia meninggal tepat pada hari keempat belas di bulan Februari pada tahun 270 Masehi. Saat itu rakyat Romawi telah mengenal Februari sebagai festival Lupercalia, tradisi untuk memuja para dewa. Dalam tradisi ini para pria diperbolehkan memilih gadis untuk pasangan sehari.

Dan karena Lupercalia mulai pada pertengahan bulan Februari, para pastor memilih nama Hari Santo Valentinus untuk menggantikan nama perayaan itu. Sejak itu mulailah para pria memilih gadis yang diinginkannya bertepatan pada hari Valentine.


Kalau kita lihat dari sejarah Valentin ini yang telah jelas bukan dari Islam kenapa kita mesti ikut merayakannya..? Padahal sudah terang Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk golongan mereka.”
(HR. Ahmad, dan Abu Dawud, )

Sebagai Muslim Seharusnya kita tidak boleh mengikuti perayaan-perayaan yang berasal daripada bukan Islam, kita tidak boleh mengikutnya meskipun ituramai orang yang melakukanya, bukankah Allah Telah melarang Kita mengikuti kebanyakan Orang Yang melakukan perbuatan yang Sumbernya bukan dari Islam.

Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang di muka bumi ini, nescaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti prasangka belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).
(Surah Al-An’am : 116)

Umat Islam Sudah Ada Hari raya sendiri.., jadi untuk apa lagi kita mengikuti Perayaan-perayaan yang bukan berasal daripada Islam??

Perayaan Valentin Bukan Lah Perayaan Umat Muslim, haram Hukumnya bila kita mengikutinya. Dalam Islam tidak Ada pengkhususan untuk kita Saling berkasih Sayang Karena Allah sendiri memerintahkan kita untuk saling berkasih sayang sesama manusia.

Firman Allah swt.:
“Hai manusia, sesungguhnya Kami menjadikan kamu dari seorang laki-laki dan seorang wanita, dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya saling mengenal. Sesungguhnya orang mulia diantara kamu disisi Allah adalah orang yang paling bertaqwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui Lagi Maha Mengenal.”
(Q.S. al-Hujurat:13).

Sebenarnya dalam Islam tidak ada Hari khusus untuk berkasih Sayang, kasih sayang dalam Islam terhadap sesama tidaklah terbatas dengan waktu dan dimanapun berada, baik untuk keluarga, kerabat, dan sahabat yang semuanya masih dalam ruangan agama Islam itu sendiri.

Islam sangat melarang keras untuk saling membenci dan bermusuhan, namun sangat menjunjung tinggi akan erti kasih sayang terhadap umat manusia.

Rasulullah saw. bersabda :
“Janganlah kamu saling membenci, berdengki-dengkian, saling berpalingan, dan jadilah kamu sebagai hamba-hamba Allah yang bersaudara. Juga tidak dibolehkan seorang muslim meninggalkan (tidak bertegur sapa) terhadap sudaranya lewat tiga hari”
(HR. Muslim).

Islam Agama Rahmatan lil ‘alamin, seharusnya sebagai seorang muslim kita boleh memberikan contoh yang baik yang sesuai dengan ajaran Agama Islam.

Seharusnya kita Bangga dengan Ajaran-ajaran Islam yang dimanakita seharusnya menerapkannya dalam kehidupan kita sehari-hari.Semoga Kita dapat menjadi Hamba Allah yang diRedhai oleh-Nya.
InsyaAllah.

No comments:

Post a Comment